slogan

Nyatakan Hadirmu dengan Kreasi, Wujudkan Lewat Cita dan Cinta

3.09.2008

Profil TKU

“NYATAKAN HADIRMU DENGAN KREASI,
WUJUDKAN LEWAT CITA DAN CINTA”
TEATER KAMPUS UNHAS
Sejarah Singkat ;
Dibeberapa kelompok mahasiswa yang sedang “mabuk kreatifitas” dan sangat bersemangat yang tidak memiliki wadah untuk mengekspresikan dirinya, menjadi cikal bakal berdirinya Teater Kampus Unhas (TKU) dibawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa pada tahun 1978, yang menghimpun mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dari lingkup UNHAS, ketika itu mendesak.Pada masa itu Teater Kampus Unhas telah mementaskan :
DOM, Karya Harry Irawan, Sutradara Yusuf Noer, 1978
SSST, Karya Ikranegara, Sutradara Fahmi Syarif, 1982
ORANG GILA DI ATAS ATAP, Karya Kikuchi Khan (adaptadi Kadir Anshari), Sutradara Ridwan Effendi, 1982
INTEROGASI, Karya Arifin C. Noer, Sutradara Yudisthira Sukatanya, 1985
ORANG-ORANG MALAM, karya Putu Wijaya, sutradara Baso Natsir, 1987
MEGA-MEGA, karya Arifin C. Noer, Sutradara Basho Natsir, 1987
KAPAI-KAPAI, karya Arifin C. Noer, Sutradara Ridwan Effendy, 1988
Kevakuman dalam tubuh suatu organisasi mahasiswa yang notabene hanya berpijak pada azas kekeluargaan dan kebersamaan seperti TKU, pun tak dapat dihindari, dimana torehan “sejarah kelam” ditahun 1985 dan 1992, merupakan “memory indah” yang telah dikubur mati. Kini, setelah bangun dari tidur panjangnya 12 Desember 1998, rejntetan karya pun ditampilkannya ditengah warna kesenian kampus, khususnya teater, ketika itu memudar. Pemberontakan nurani dalam kemasan kreativitas merupakan karateristik yang kerap mendominasi dalam tiap perwujudan ekspresinya.
Selain pengekspresian di atas panggung gedung pertunjukkan, pentas theatrical jalanan juga kerap di gelarnya, bahkan pentas di atas gunung yang penontonnya melebihi jumlah dalam suatu gedung mewah, pun pernah dilakoninya.
Tinta emas pun pernah ditorehkannya dalam sejarah teater kampus Indonesia pada gawe “ Festival Teater Mahasiswa Nasional” (FESTAMASIO) tahun 2001 lalu di samararinda pasca bangkit dari matisurinya, selain prestasi-prestasi lain yang juga pernah diukirnya. Penobatan sebagai Penata Artistik Terbaik dan pemyaji terbaik II ketika itu seolah menjadi tantangan untuk terus berkarya, berkarya, dan berkarya……..dalam wujud apaun, dan tetap eksis di panggung bebas ekspresi.
“dan kini…., ia, bahkan juga kita, mereka, ataupun anda, hadir untuk menunjukkan bahwa kesenian(baca : seni) tak dapat dipisahkan dari kehidupan dimana masyarakat yang merupakan bagian dari kehidupan, tentu…tak dapat pula terpisahkan dengan dunia mahasiswa”
Rentetan karya yang lahir dari tanggan kreatif Teater Kampus Unhas dalam rentan waktu 1998-2007 :
Monolog AENG, naskah/Sutradara : Putu Wijaya/Saharuddin Ridwan & Amri Gallang, Makassar, Nopember 1999
DILARANG MENYANYI DIKAMAR MANDI, Adaptasi cerpen Seno Gumira Ajidarma, Fail, Makassar, Agustus 2000
PLIN-PLIN PLAN-PLAN, Fail, Makassar Nopember 2000
Pentas Jalanan NEGERIKU DALAM CERMIN, makassar Meio 2001
ZAGZAG, Al Ilham R.Rachomy, Kaltim, Juli 2001
KUM atawa Bibit Unggul Zaman Akhir, Al Ilham R.Rachomy, Makassar, September 2001
ANTRHAX, Adaptasi Naskah karya KS. Goodman Lawan Catur, Fail, Makassar, Nopember 2001
Pentas Jalanan Teatrical MANUSIA LUMPUR (menggugat kenaikan BBM fase I), Makassar, January 2002
Pentas Jalanan Teatrical ANGKOT MURAH (menggugat kenaikan BBM fase II), Makassar, February 2002
Happening Art KOK-KO-TE…..K atawa jangan marah, Makassar, Maret 2002
PENTAS SENI TRADISIONAL KONJO(PESTA KONJO) Wisata Alam Gunung Pattontongang, Kab. Sinjai, Juni 2002
TAK… Rudy Tongan, Kalsel, Oktober 2006
Happening Art AYAM JANTAN PETELUR DARI TIMUR atawa KAMPUS UNEVERSITAS NEGERI SWASTA, Makassar, Oktober 2002
TEROR-IS…?, Rudy Tongan, Bali, Maret 2003
NYONYA AOI, Yukio Mishima/Asfriyanto, Makassar, Februari 2003.
CERMIN AIR, Fail/Fahmi Husain, Makassar, Februari 2003.
Monolog APAKAH KI
TA SUDAH MERDEKA
, Putu Wijaya/Zuhdy Al-Bugisy, Bandung, Maret 2003.
Pentas Jalanan Teatrikal PERANG BADUT, Makassar, April 2003.
DOR-DOR, Asfriyanto, Makassar, Maret 2004.
Visualisasi Puisi TUNGGU HAMPA, Zuhdy Al-Bugisi, Makassar, Maret 2004.
NABI KEMBAR, Slawomier Mrozeck/Rudi Tongan, Makassar, Maret 2004.
PELANGI DUA WARNA, Fail/Rudi Tongan, Kaltim, Februari 2005.
LAKON SEBUAH NEGERI, Hendra Cipta/Olank Sukardi, Makassar Februari 2005
PELANGI, Nano Riantiarno/Rudi Tongan, Jogjakarta, September 2005.
Pentas Jalanan Teatrikal YAHUKIMO MENANGIS (Aksi Solidaritas Atas Bencana Kelaparan di Papua), Makassar, Desember 2005.
PUA-PUA DEDE’ Naskah/Sutradara, Fail, pada PAGELARAN SENI TRADISIONAL “BUGIS MAKASSAR DAN TEMU BUDAYA BATAM-SINGAPURA, April 2006
Teater Jalanan Solidaritas Bencana JOGJA & JATENG “Makassar Peduli” Makassar, Mei- Juni 2006
Teater Jalanan Solidaritas Bencana Sinjai “MANUSIA ARUS”, Makassar, Juni 2006
Teater Jalanan PESTA PAYUNG (aksi menggugat pemerintah pada peringatan lahirnya Reformasi)
Aksi memperingati HARDIKNAS, Makassar 2 Mei 2006
SIAPA PIMPIN SIAPA( Hartani yahya, Banjarmasin Maret 2006)
PESTA LAKON (Baruga AP. Petta Rani Makassar November 2006)
Karaeng Panassuang (Karya/Sutradara OlanK Sukardi, Makssar 2007)
Presiden (Karya/Sutradara GSSTF Bandung/ Opu Doel, Makssar 2007)
Wah...! (Karya/Sutradara Noecil, TTMN V Malang 2007)
Mappadendang (Karya/Sutradara Fahmi Husain, Pulau Lesung Danau Unhas Makassar 2007)
Tau atau Tau – Tau (Karya/Sutradara A. Arafat, Pagelaran Seni Makassar – Gorontalo 2008)
Nakhoda Teater Kampus Unhas :
Semenjak bangkit dari”tidur panjangnya”, di akhir tahun 1998, Teater Kampus Unhas telah dinakhodai oleh beberapa orang, yaitu:
Alm. Amri Gallang (1998/1999-1999/2000)
Fail (2000/2001-2001/2002)
A.Arniati Fatma (Februari-Mei 2002)
Muh. Zuhdy hamzah (2002/2003)
Rudy Tongan (2003/2004)
Zaenury Bunyansyah (2004/2005)
Andi Arafat (2005/2006)
Abdullah (2006/2007)
A. Nursyamsiah (2007- sekarang)
Penghargaan yang diraih :
*Juara Umum I pada Festival Teater Antar Grup di Kabupaten Jeneponto, Sul-Sel, 2000.
*Aktor terbaik (Muhammad Ridwan) dan Nominasi Pembantu Pria (Hartono) pada festival Teater Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (FTMI), Makassar, 2000.
*Juara I pada Lomba Cipta Baca Puisi Sulawesi Selatan (Asfriyanto) oleh Ikatan Mahasiswa sastra Indonesia Unhas,2001.
*Penata Artistik terbaik (Fail) dan Penyaji Terbaik II pada Festival teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO I), Samarinda, Kal-Tim, 2001.
*Aktris pembantu terbaik (Sri Nurhidayah UB) dan nominasi aktor terbaik (Darwis) pada festival teater mahasiswa nasional (FESTAMASIO III) jogjakarta September 2005
Suatu catatan penting, walaupun tidak menggebu-gebu Teater Kampus Unhas tetap saja diisi oleh mahasiswa yang secara kreatif melawan keterbatasannya. semoga ini akan abadi…. amin


2 comments:

Anonymous said...

See Here

Anonymous said...

This comment has been removed because it linked to malicious content. Learn more.